<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-59358626791423938</id><updated>2012-02-16T16:33:28.780-08:00</updated><category term='tugas'/><category term='jalanjalan'/><category term='tuugaaas..'/><title type='text'>yaampuunEGHAcihuuybanget</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://eghacihuy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eghacihuy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>erika_felga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06049609832712914876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_2Ff_13NiI6Y/SNCcA1Qp_oI/AAAAAAAAAAQ/ptbEsR_tBdo/S220/DSC00065.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-59358626791423938.post-5354191254965064480</id><published>2009-01-12T20:59:00.001-08:00</published><updated>2009-01-12T21:01:27.032-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tugas'/><title type='text'>apaa ituu bloog??</title><content type='html'>INFO&lt;br/&gt;Apa Itu Blog? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan ''catatan perjalanan'' seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar ''cerdas'' mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dari komentar-komentar tadi biasanya Blog kemudian menjadi jendela yang memungkinkan kita ''mengintip'' isi kepala dan kehidupan sehari-hari dari penciptanya. Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Karena itu Blog bersifat sangat personal. &lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Roger Yim, seorang kolumnis San Francisco Gate pada artikelnya di Februari 2001, menuliskan bahwa sebuah Blog adalah persilangan antara diary seseorang dan daftar link di internet. Sedangkan Scott Rosenberg dalam kolomnya di majalah online Salon pada Mei 1999 menyimpulkan bahwa Blog berada pada batasan website yang lebih bernyawa daripada sekadar kumpulan link tapi kurang instrospektif dari sekadar sebuah diary yang disimpan di internet. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika kemudian Blog bahkan tidak lagi memuat link-link tapi hanya berupa tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi diary anline yang berada di internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain. Para Blogger dengan sengaja mendesain Blog-nya dan isinya untuk dinikmati orang lain. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What's New pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Kemudian pada Januari 1994 Justin Hall memulai website pribadinya Justin's Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hingga pada tahun 1998, jumlah Blog yang ada di luar sana belumlah seberapa. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pada Agustus 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan layanan Blogger.com yang memungkinkan siapa pun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan Blog-nya sendiri secara online dan gratis. Walaupun sebelum itu (Juli 1999) layanan membuat Blog online dan gratis yaitu Pitas telah ada dan telah membuat Blogger bertambah hingga ratusan, tetapi jumlah Blog tidak pernah bertambah banyak begitu rupa sampai Blogger.com muncul di dunia per-blog-an. &lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Blogger.com sendiri saat ini telah memiliki hingga 100.000 Blogger yang menggunakan layanan mereka dengan pertumbuhan jumlah sekitar 20% per bulan. Blogger.com dan Pitas tentu tidak sendirian, layanan pembuat blog online diberikan pula oleh Grouksoup, Edit this Page dan juga Velocinews. &lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Sejak saat itu Blog kian hari kian bertambah hingga makin sulit untuk mengikutinya. Eatonweb Portal adalah salah satu daftar Blog terlengkap yang kini ada diantara daftar Blog lainnya. Ribuan Blog kemudian bermunculan dan masing-masing memilih topik bahasannya sendiri, dimulai dari bagaimana menjadi orangtua yang baik, hobi menonton film, topik politik, kesehatan, seks, olah raga, buku komik dan macam-macam lagi. Bahkan Blogger ada Blog tentang barang-barang aneh yang dijual di situs lelang Ebay yang bernama Who Would By That? &lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Cameron Barret menulis pada Blog-nya esai berjudul ''Anatomy of a Weblog'' yang menerangkan tema dari Blog. Blog seringkali sangat terfokus pada sebuah subjek unik yaitu sebuah topik dasar dan/atau sebuah konsep yang menyatukan tema-tema dalam Blog tersebut. Secara sederhana topik sebuah Blog adalah daerah kekuasaan si Blogger-nya tanpa ada editor atau bos yang ikut campur, tema segila apa pun biasanya dapat kita temukan sejalan dengan makin bermunculannya Blog di internet. Dan ya, ide itu telah terpikirkan, Blogger bahkan sekarang telah membuat Blog dari Blog, dan bahkan Blog dari Blog dari Blog. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dari sedemikian banyak Blog yang ada, Blog-blog yang menetapkan standar dari Blog dan terkenal sehingga memiliki penggemarnya sendiri di antaranya adalah Blog milik Jorn Barger, Robot Wisdom yang disebut-sebut merupakan Blog terbesar dan paling berguna dimana dia setiap harinya menyodorkan sekian banyak link yang dibentuk dari ketertarikannya pada seni dan teknologi. Camworld adalah Blog populer milik Cameron Barret seorang desainer interaktif di mana dia mengkatrgorikan topik-topik Blog-nya pada kategori, Random Thoughts, Web Design dan New Media. Camworld dapat disebut sebagai Blog klasik dalam arti Blog tersebut mengandung dosis tepat dari karakter dan opini pribadi dicampur dengan keselektifan pemilihan link-nya. (iah/net)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/59358626791423938-5354191254965064480?l=eghacihuy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eghacihuy.blogspot.com/feeds/5354191254965064480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=59358626791423938&amp;postID=5354191254965064480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/5354191254965064480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/5354191254965064480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eghacihuy.blogspot.com/2009/01/apaa-ituu-bloog.html' title='apaa ituu bloog??'/><author><name>erika_felga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06049609832712914876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_2Ff_13NiI6Y/SNCcA1Qp_oI/AAAAAAAAAAQ/ptbEsR_tBdo/S220/DSC00065.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-59358626791423938.post-7770006908746603275</id><published>2009-01-09T22:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T22:33:50.270-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tugas'/><title type='text'>Euforia Video Ponsel</title><content type='html'>Camera phone report.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi digital ponsel semakin pesat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SP/Ruht Semiono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran audio video selalu menyedot perhatian masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendokumentasikan berbagai kejadian sangat mudah belakangan ini, karena alat untuk mendokumentasikannya juga lebih praktis. Sebut saja kamera dan video kamera. Dulu, orang cenderung malas menenteng kamera. Malas karena dikira tukang foto keliling, juga malas karena bobot kamera yang cukup merepotkan untuk sekadar ditenteng. Sudah begitu, hasil foto belum tentu bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ekarang, dengan adanya kamera digital, hasil bidikan bisa diketahui dan bisa langsung dihapus bila tidak sesuai selera, lalu siap memotret kembali. Demikian halnya dengan video kamera. Tampilannya sekarang hanya sebesar kamera digital biasa, dengan fitur-fitur dan tombol-tombol pengoperasian yang sangat mudah dan tak perlu detail dalam mempelajarinya melalui buku manual petunjuk. Jika sedang berjalan-jalan ke kawasan wisata, mudah menemukan pemandangan sese-orang tengah mengoperasikan kamera video itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euforia berkamera digital dan video itu, mulai meningkat tingkat kesenangannya ketika telepon seluler (ponsel) mulai membenamkan kamera digital dan kemampuan merekam video di dalam alat yang semula memiliki fungsi utama bertelepon tanpa kabel. Kehadiran ponsel berkamera yang kemampuan merekam videonya bisa hingga 1,5 jam dan berbasis menampilkan titik warna hingga 5 megapixel, membuat merekam menjadi semudah menekan remote control. Tak usah orang dewasa, anak-anak pun bisa mengoperasikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekam dan memotret, akhirnya menjadi suatu fenomena yang didasari atas rasa senang dan seru belaka. Belakangan, kesenangan itu menjadi bahan perdebatan publik karena telah masuk ke dalam ranah ruang semesta publik yang di dalamnya terdapat aturan dan norma-norma. Memotret dan merekam suatu kejadian dengan menggunakan kamera di ponsel ternyata telah membuahkan beberapa kasus. Umumnya, kasus terkait dengan norma tata susila. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh yang bisa dipaparkan. Pose-pose mesra Mayangsari dengan Bambang Trihatmodjo hasil bidikan ponsel yang beredar luas di masyarakat melalui internet. Contoh kasus rekam gambar lainnya yang juga menjadi konsumsi publik dan merupakan hasil perekaman video ponsel adalah adegan tempat tidur mantan anggota DPR Yahya Zaini dan artis Eva Maria. Rekaman video ponsel lain yang menggegerkan adalah foto mesra anggota DPR Max Moein dengan seorang perempuan yang juga bukan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekaman video ponsel terkini yang berkembang menjadi sorotan para ahli adalah adegan kekerasan yang dilakukan Gang Nero. Rekaman video gang yang beranggotakan remaja putri di Pati, Jawa Tengah, itu beredar menampilkan adegan mereka melakukan kekerasan terhadap remaja putri lainnya dengan menendang dan menarik rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Publik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua aksi perekaman gambar dengan menggunakan ponsel itu akhirnya menjadi kasus. Bukan salah ponselnya, tetapi adegan yang ada pada perekaman tersebut, yang telah memasuki wilayah publik yang di dalamnya terdapat norma, dalam hal ini susila dan kekerasan. Dua hal itu bahkan bisa masuk ranah hukum pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan fenomena itu, pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Bagus Takwin kepada SP awal pekan ini mengatakan, masuknya teknologi ke dalam sebuah masyarakat tentu mempengaruhi perilaku masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi ponsel semula digunakan untuk berkomunikasi. Namun, dengan adanya fitur kamera yang dapat digunakan untuk merekam apa saja, mulai dari aktivitas sehari-hari sampai dengan merekam domain pribadi, ponsel pun menjadi tidak sekadar untuk berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berpendapat, munculnya video-video seperti itu sangat beragam motifnya. Antara lain, bisa jadi karena ada unsur-unsur sentimen tertentu dari seseorang maupun memang disengaja untuk mencapai maksud-maksud tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus menambahkan semua itu menjadi konsumsi publik karena melihat akar dari budaya masyarakat Indonesia yang menyukai masalah pribadi orang lain, entah itu berbau sensualitas, kriminal, ataupun urusan perselingkuhan. Hal itu dapat dilihat dari larisnya tayangan infotainment sebagai tayangan paling banyak menyerap penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyaknya artis masuk televisi pun membuat latah orang untuk juga menjadi dikenal. "Masalahnya banyak artis yang menjadi terkenal karena kasus, bukan karena prestasi," ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang biasa bisa menjadi terkenal karena masuk televisi. Hal-hal seperti itu, kata Bagus, di kemudian hari sangat mungkin muncul kembali. "Sebabnya karena masyarakat kita cenderung mendapatkan kenikmatan dengan menonton masalah pribadi orang," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata psikolog Tika Bisono, fenomena merekam melalui video ponsel itu memang bisa dikatakan sebagai bentuk pengakuan atas jati diri. "Seperti Gang Nero, mereka itu kan para remaja yang tengah berproses menunjukkan eksistensi dan jati dirinya. Masalahnya, yang mereka lakukan itu adalah menimbulkan kekerasan. Kekerasan yang terencana malah," paparnya, ketika dihubungi Jumat (20/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Gang Nero, tentu tidak terlepas dari peran keluarga. "Keluarga sangat berpengaruh dalam membentuk seseorang. Karena tidak mungkin kan, seseorang itu tiba-tiba langsung berumur 17 tahun? Harus dari lahir, kecil dan bertumbuh, itu semuanya mendapat pengaruh dari keluarga. Sebab, ketika lingkungan mempengaruhi, sebetulnya sebagai seorang remaja, sudah dapat memilih mana lingkungan yang baik untuknya dan bisa menolak yang tidak baik. Hadirnya sebuah kelompok juga karena biasanya didasari atas kesamaan. Bisa akibat frustrasi yang sama dan kompensasi dari frustrasi itu diwujudkan dalam kekerasan," ia menambahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memori Internal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan fenomena rekam gambar diam dan bergerak dengan menggunakan ponsel berkamera itu, praktisi teknologi ponsel Usun Pringgodigdo berpendapat, sangat penting seseorang mengetahui fitur-fitur di dalam tubuh ponsel. "Hal itu penting supaya seseorang tahu bahwa tindakannya atau aktivitasnya direkam, baik dipotret maupun divideo," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi memang memungkinkan perekaman dilakukan diam-diam karena bisa mengeliminasi bunyi alat perekam dengan meng-hilangkan bunyi klik saat kamera beraksi. Selain itu, teknologi juga memungkinkan penyebaran foto dan video, manakala ponsel berkamera itu, data, gambar, dan suaranya, tersinkronisasi ke dalam komputer (PC) yang terkoneksi dengan jaringan internet. Memang, unsur manusia yang menyebarkannya sangat berperan dalam hal ini. Karena itu, mengetahui benar fitur-fitur dan kemampuan sebuah ponsel berkamera sangatlah penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penting diketahui masyarakat jangan menyimpan data, baik gambar maupun suara, pada internal memori ponsel. Sebab, ketika ponsel sedang berada di tangan orang lain, data tersebut bisa dengan mudah terlihat dan diedarkan oleh oknum. Sebaiknya, simpan data, ataupun aktivitas apa pun, ke dalam folder kartu memori atau memori eksternal di dalam ponsel dan lepas kartu memori itu saat ponsel dipegang orang lain atau diservis," ia menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tentang merekam data pada memori eksternal atau kartu memori sebuah ponsel, agaknya belum benar-benar dipahami masyarakat pengguna ponsel berkamera. Karena itu yang terjadi, data bisa berpindah tangan dengan mudahnya, seiring dengan ponsel berpindah tangan. Kecuali, bila aksi-aksi rekam gambar itu, memang disengaja agar menjadi konsumsi publik. [DGT/N-5]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/59358626791423938-7770006908746603275?l=eghacihuy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eghacihuy.blogspot.com/feeds/7770006908746603275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=59358626791423938&amp;postID=7770006908746603275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/7770006908746603275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/7770006908746603275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eghacihuy.blogspot.com/2009/01/euforia-video-ponsel.html' title='Euforia Video Ponsel'/><author><name>erika_felga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06049609832712914876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_2Ff_13NiI6Y/SNCcA1Qp_oI/AAAAAAAAAAQ/ptbEsR_tBdo/S220/DSC00065.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-59358626791423938.post-6781396656475129143</id><published>2008-12-26T04:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T04:29:42.532-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tugas'/><title type='text'>teknologii dan budayyaa</title><content type='html'>Teknologi Informasi dan Budaya Baca Tulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Rahmatri Mardiko*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pengembangan IT di Indoneisa, ada hal penting yang agaknya luput dari perhatian kita. Mencontoh dari India dan China, bagaiamana kedua negara ini mampu menjadi pemain utama sebagai negara produsen IT, seharusnya kita melihatnya berpuluh tahun yang lalu. Di saat mereka memulai langkah membangun teknologi informasi. Bukan dengan kemajuan yang kita lihat saat ini, karena apa yang kita lihat saat ini adalah hasil akumulasi dari usaha-usaha mereka di tahun-tahun sebelumnya. Ada tahapan-tahapan yang dilalui hingga kemajuan saat ini mereka raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur yang paling utama harus dibangun adalah basis pengetahuan yang kuat dan kultur baca tulis. Kita bisa mencontohnya dari Korea. Basis pengetahuan yang kuat memungkinkan Korea untuk melakukan loncatan besar dalam sebuah creative innovation, hingga akhirnya mampu melakukan inovasi sendiri dan menjadi negara maju saat ini. Ketika perang Vietnam usai dan Presiden Amerika menawarkan bantuan untuk Korea atas jasanya selama perang tersebut, tak banyak yang diminta Presiden Park saat itu. Amerika akhirnya membangunkan untuk Korea laboratorium Iptek besar yang kemudian bernama KIST (Korean Institute of Science and Technology). KIST inilah yang memiliki peran besar dalam membangun basis pengetahuan yang kuat di Korea. Begitu pula yang dialkukan India dan China, khususnya dalam pengembangan IT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teknologi informasi, basis pengetahuan yang utama adalah penguasaan ilmu-ilmu murni seperti matematika dan ilmu alam. Tentunya hal ini harus ditunjang dengan kebijakan pendidikan dan akses untuk mendapatkan buku secara murah. Cara inilah yang ditempuh India di tahun 1960-an, lebih dari 40 tahun yang lalu. Begitu pula China. Since mathematics is the foundation of all digital advances, nation well versed in that discipline -including China, India and the nations of Southeast Asia- could turn their homeands into formirdable technology power. (Businessweek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis pengetahuan yang kuat akan sulit diwujudkan tanpa adanya kultur baca tulis yang kuat pula. Hampir semua informasi dan ilmu pengetahuan tersedia dalam bentuk tulisan (buku, majalah, jurnal, koran, brosur, pamflet, dsb). Informasi dalam bentuk tulisan memiliki banyak keunggulan dibanding media-media dalam bentuk lain. Tapi jika kita bicara mengenai budaya baca tulis, maka instrumen utama kita adalah buku. Walaupun kini telah tersedia internet yang membantu kita menyediakan berbagai informasi, tapi buku tetap menjadi instumen utama. Internet memiliki beberapa kelemahan dan efek negatif yang justru menisbikan usaha ini. Even if computer/internet liuteracy was a mandate, the corect curriculum path would not be internet first. It might be something like: reading/writing literacy, typing/keyboarding/general computer mechanics and ETHICS, then the Internet - Tom Harrison in Computer and Society, June 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sedihnya, di saat negara-negara lain sedang berpikir bagaimana mengembangkan teknik membaca cepat dan efektif, saat ini kita masih disibukkan dengan agenda-agenda memberantas buta huruf. Tapi ini tidak menjadi masalah jika memang hal ini didasari keinginan yang kuat untuk memajukan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, jika kita berbicara pengembangan IT secara jangka panjang agar mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, upaya membangun budaya baca tulis ini harus jadi perhatian kita yang utama. Realisasinya akan sangat bergantung pada political will pemerintah untuk memajukan pendidikan. Kebijakan yang paling penting dalam mendorong budaya baca tulis ini adalah ketersediaan pusat-pusat informasi seperti perpustakaan-perpustakaan dan buku yang harganya terjangkau. Perpustakaan sebagai salah satu faktor penting di dalam pengembangan TI seringkali diabaikan dan tidak dianggap sebagai unsur yang penting. Padahal perpustakaan lah, yang dari awal telah mengelola informasi. Apalagi dengan kenyataan mayoritas warga kita yang mayoritas Islam, kita memiliki warisan sejarah bagaimana di masa keemasan Islam, perpustakaan dan buku menjadi alat utama dalam saluran distribusi informasi hingga mampu mewujudkan masyarakat madani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang bisa dilakukan untuk membangun kultur baca tulis misalnya menggiatkan upaya-upaya penerjemahan buku-buku dari luar negeri atau memberikan insentif untuk para penulis buku dalam negeri, khususnya di kalangan akademisi. Dalam hal ini, kita juga bisa memanfaatkan internet sebagai saluran distribusi informasi dan sumber-sumber bacaan, bahkan bisa jadi sangat efektif. Dan kuncinya sebenarnya ada pada anggaran pemerintah untuk pendidikan yang mencukupi. Kenapa tidak, anggaran IT digunakan untuk investasi jangka panjang di bidang pendidikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbangunnya kultur baca tulis di masyarakat umum, barulah implementasi teknologi informasi akan berperan lebih optimal dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pada fase ini, barulah tercipta Komunikasi-Komunitas-Knowledge dan Kolaborasi. Kolaborasi adalah manfaat utama dari IT khususnya internet. Internet memungkinkan orang berkolaborasi secara murah tanpa dibatasi geografi dan waktu. Untuk memulai kolaborasi ini, biasanya dilakukan pertama kali dengan membangun komunitas online. Melalui komunitas ini, para anggota komunitas dapat saling berkomunikasi dan berbagi ilmu pengetahuan (knowledge).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mulanya internet dikembangkan dengan semangat berbagi ilmu dan informasi. Walau merupakan proyek Departemen Pertahanan Amerika, internet digunakan dan dikembangkan untuk tujuan kolaborasi dunia akademi yang serba terbuka. Maka untuk itu, ketersediaan akses ke internet bukanlah segala-galanya, tapi yang lebih penting adalah kontennya. Pengembangan internet tanpa memperhatikan content hanya akan membuat kita pengonsumsi informasi dari luar negeri saja. Apakah internet menyediakan informasi yang memadai dan sesuai untuk kebutuhan-kebutuhan kita, khususnya dalam pendidikan? Apakah internet bisa diefektifkan agar kita mampu berkolaborasi satu sama lain? Saat ini apakah internet mampu membantu kita mewujudkan kesejahteraan masyarakat? Pertanyaan inilah yang harus dijawab, Jangan berpikir dulu akses internet yang terbuka secara luas. Alih-alih, pembukaan akses internet secara luas malah membawa efek buruk seperti digital warfare, pornografi, buang-buang waktu, uang dan menyia-nyiakan potensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Mulyanto, Dr. M.Eng, Urgensi Jihad Teknologi. Tarbiyatuna. Jakarta: 2003&lt;br /&gt;Rahardjo, I. Budi, M.Sc, Ph.D, Memahami Teknologi Informasi. Elex Media Komputindo. Jakarta: 2002.&lt;br /&gt;Sardar, Ziauddin, Tantangan Dunia Islam Abad 21 Menjangkau Informasi. Mizan. Bandung:1996&lt;br /&gt;Wiryana, I Made, From Germany with IT. Ardi Publishing. Yogyakarta: 2004&lt;br /&gt;————————————&lt;br /&gt;* penulis adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI dan peserta PPSDMS NF Regional 1 Jakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/59358626791423938-6781396656475129143?l=eghacihuy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eghacihuy.blogspot.com/feeds/6781396656475129143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=59358626791423938&amp;postID=6781396656475129143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/6781396656475129143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/6781396656475129143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eghacihuy.blogspot.com/2008/12/teknologii-dan-budayyaa.html' title='teknologii dan budayyaa'/><author><name>erika_felga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06049609832712914876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_2Ff_13NiI6Y/SNCcA1Qp_oI/AAAAAAAAAAQ/ptbEsR_tBdo/S220/DSC00065.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-59358626791423938.post-6256912051840988853</id><published>2008-12-16T18:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:41:18.939-08:00</updated><title type='text'>sejaraahh televisii Indonesia Kita :)</title><content type='html'>&lt;span class="text_standard"&gt;Rabu, 02 Agustus 2006&lt;br /&gt;Opini - Koran Tempo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="title_news"&gt;Kembali ke TVRI: Pengkhianatan 1990-1991&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span class="alert_date"&gt;03 Aug 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arswendo AtmowilotoPemerhati Televisi&lt;span class="text_standard"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sejarah pertelevisian di Indonesia, diawali dengan berdirinya Televisi Republik Indonesia (TVRI), yang dicatatkan pada 24 Agustus 1962, meskipun sebenarnya sudah siaran sejak 17 Agustus. Dengan kekuatan hanya 100 watt, menara untuk antena setinggi 80 meter, dengan tenaga 80 orang yang berprofesi ganda--kadang reporter merangkap sutradara lapangan, merangkap sopir--liputan pesta olahraga ASEAN Games bisa disajikan urut.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kemudian, seperti biasanya, acara bergulir. Laporan pertandingan sepak bola Indonesia melawan Swedia, meletusnya gunung Agung di Bali (31 Maret dan 1 April 1963), serta membuka dompet bencana alam. Iklan pertama dalam bentuk slide (1 Maret 1963) dan banyak yang pertama lainnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kini setelah 44 tahun, apa dan bagaimana kondisinya?&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Era perjuangan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pada awalnya, persetujuan untuk mendirikan televisi hanya dari telegram pendek Presiden Soekarno ketika sedang melawat ke Wina, 23 Oktober 1961. Sulit dibayangkan bagaimana repotnya dan susahnya ketika itu, karena bahkan untuk memilih peralatan yang mana dari perusahaan apa, masih serba menerka.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Indonesia berada sedikit di depan dari Cina, yang baru memiliki stasiun televisi tujuh tahun kemudian, India, bahkan 13 tahun. Singapura dan Malaya baru menyusul tahun berikutnya, walau secara perekonomian lebih maju. Filipina memang lebih awal, tapi DZAQ-TV dimiliki oleh perorangan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Meski seadanya, TVRI menjadikan diri sebagai pusat perhatian dan berhasil mendokumentasikan peristiwa-peristiwa bersejarah dalam kurun itu sebagai satu-satunya sumber.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Peristiwa kedua yang pantas dicatat adalah ketika Presiden Soeharto memutuskan meluncurkan satelit Palapa A-1 pada Juli 1976. Indonesia adalah negara kelima di dunia yang "memiliki" satelit untuk antara lain siaran televisi. Dari Sabang sampai Merauke pun tersambungkan. Sekurang-kurangnya secara teori.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Era pemerintah&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sejak itu, era yang berlangsung adalah era pemerintah saat itu, ketika semua tata nilai dan tata krama sepenuhnya diatur oleh pemerintah Orde Baru. TVRI memonopoli siaran, memonopoli produksi, dan mendirikan Dewan Siaran Nasional dengan pejabat pemerintah yang itu-itu juga. TVRI menjadi the one and only yang sebenar-benarnya. Tak mungkin ada stasiun siar lain, tak ada program atau acara yang menyindir atau mempertanyakan kebijaksanaan pemerintah, bahkan lirik lagu pop bisa dilarang, grup musik dengan anggota yang dianggap pembangkang tak boleh tampil lagi, dan dialog dalam lawakan bisa terkena sensor. Tak ada semangat lain selain "pembangunan". Presiden Soeharto, di depan sidang pleno Dewan Perwakilan Rakyat, ketika menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 1981-1982, berpidato: "Untuk lebih memusatkan siaran televisi bagi kelancaran pelaksanaan program pembangunan dan menghindarkan akibat-akibat samping yang tidak menguntungkan bagi semangat pembangunan, saya telah memberi petunjuk agar 1 April 1981 nanti, siaran iklan di TVRI dihapuskan."&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pidato itu terhenti sebentar karena tepuk tangan meriah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Era itu memang membuktikan kontrol ketat dari pemerintah di bidang media, sehingga izin terbit majalah dibatasi (apalagi harian), jumlah halaman dibatasi, jumlah iklan dibatasi--bahkan untuk menjadi wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia melalui berbagai persyaratan dan rekomendasi. Siaran TVRI pun wajib menayangkan pengibaran bendera yang harus diulang sore hari (padahal zaman Presiden Soekarno tidak terjadi), atau wajib menyiarkan film Pengkhianatan G-30-S/PKI setiap 1 Oktober untuk kesekian kalinya. Senasib dengan itu, radio swasta niaga pun diharuskan merelai siaran RRI setiap jam, termasuk siaran tengah malam.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Indonesia membuktikan bisa mengontrol televisi lebih dari negara komunis, seperti Uni Soviet ataupun Republik Rakyat Cina, yang memiliki lebih dari satu stasiun siar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Era pengkhianatan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Namun, kemudian terbukti bahwa pemerintah melalui Departemen Penerangan mengeluarkan izin untuk siaran terbatas, dengan penonton harus menggunakan decoder serta membayar uang langganan. Pemerintah mengkhianati dirinya sendiri, dengan masih malu-malu ketika memberi izin berdirinya RCTI pada akhir 1990. Segala tata krama pertelevisian, yang selama ini dicanangkan dengan kuat, dilanggar sendiri. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Puncaknya adalah 23 Januari 1991, ketika TPI, yang menyandang beban pendidikan, bisa bersiaran terbuka secara nasional. Bahkan awalnya masih memakai perlengkapan, tenaga yang ada di TVRI. Tidak usah berlangganan bagi pemirsa dan membuka pintu lebar untuk pemasang iklan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ketika tata nilai dan tata krama pertelevisian dikhianati, segala apa bisa terjadi. Penjungkirbalikkan apa yang diterima selama ini bahwa pemerintah sebagai satu-satunya badan yang berhak mengadakan siaran, bahwa iklan tidak menguntungkan bagi semangat pembangunan, tidak berlaku lagi. Kalaupun kemudian ANTV izinnya berbasis di Lampung dan SCTV di Surabaya bisa leluasa dan tetap dari Jakarta, itu merupakan konsekuensi dari pengkhianatan pertama yang tidak diprotes atau dipertanyakan. Demikian juga dengan siaran sistem berlangganan, baik melalui satelit maupun kabel, merupakan bagian dari ini. Seperti juga munculnya stasiun siar (berizin) lokal yang jumlahnya terus meningkat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Masalahnya bukan hanya "kue iklan di TVRI yang dimatikan" dan dibagi ramai-ramai, melainkan keberadaan masyarakat penonton makin terabaikan. Karena dengan terbuka persaingan, tata krama pertelevisian serta-merta masuk pasar industri, dan wacana seperti rating/sharing dianggap terpenting. Pada saat itu, TVRI seolah menjadi anak haram, diam--tidak bisa berbicara dan tidak dibicarakan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Era masyarakat&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sejarah pertelevisian agaknya mulai bergerak untuk melirik kembali TVRI, ketika sebagian masyarakat sadar bahwa televisi swasta makin menjauh dari harapan untuk memberikan dukungan penuh proses berbangsa dan berbudaya. Setidaknya dengan TVRI yang sadar diri, pilihan lain dimungkinkan. Begitulah pertelevisian yang sehat, memungkinkan keberagaman dan menolak keseragaman.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sebagai televisi masyarakat--juga dalam arti dibiayai masyarakat--tidak berarti sama sekali nonpemerintah atau nonkomersial. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sejarah telah membuktikan bagaimana era awal, sekurang-kurangnya sepuluh tahun pertama, membuahkan hasil yang demokratis, yang menyertakan peran masyarakat. Bahkan kalau dilihat dari kacamata gender sekarang ini, pembaca berita perempuan, atau wartawan perempuan yang meliput langsung di lapangan, bukan sesuatu yang aneh. Hubungan antara stasiun siar dan pemerintah serta masyarakat berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sekarang, agaknya tinggal membenahi dan menyadari bahwa selain pemerintah dan masyarakat, ada unsur lain, yaitu pasar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Rumusan dinamis ini yang akan membuat TVRI memikat, menarik sekaligus mendidik, informatif sekaligus juga bisa informal.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Masyarakat pula yang akhirnya harus dimenangkan, bukan hanya sebagai pemirsa, melainkan juga ketika bersuara.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/59358626791423938-6256912051840988853?l=eghacihuy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eghacihuy.blogspot.com/feeds/6256912051840988853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=59358626791423938&amp;postID=6256912051840988853' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/6256912051840988853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/6256912051840988853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eghacihuy.blogspot.com/2008/12/sejaraahh-televisii-indonesia-kita.html' title='sejaraahh televisii Indonesia Kita :)'/><author><name>erika_felga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06049609832712914876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_2Ff_13NiI6Y/SNCcA1Qp_oI/AAAAAAAAAAQ/ptbEsR_tBdo/S220/DSC00065.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-59358626791423938.post-6930073085411899618</id><published>2008-12-09T06:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T06:12:21.209-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tuugaaas..'/><title type='text'>KONVERGENSI TEKNOLOGI BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN KOMUNIKASI..</title><content type='html'>Menambah Informasi Geografi Digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh René L Pattiradjawane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konvergensi teknologi menjadi ciri alamiah kemajuan teknologi komunikasi informasi dan akan selalu melekat bersamaan dengan perkembangannya yang pesat serta secara ekonomi mencapai skala yang mudah dan murah dijangkau oleh siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika teknologi komunikasi informasi penuh nuansa multimedia memenuhi kebutuhan konsumen menghibur diri, berbagai perangkat dipenuhi dengan kemampuan audio dan video memungkinkan kita mendengarkan dan menonton di mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, terjadi metamorfosis perangkat ponsel yang tidak hanya dijadikan alat berkomunikasi, tetapi berkembang menjadi perangkat yang serba bisa, serba pintar, dan mampu melakukan berbagai proses pekerjaan serta hiburan secara cepat dan tepat. Ponsel pun berkembang menjadi sebuah komputer yang bisa digunakan di telinga, mengerjakan berbagai aplikasi sesuai kebutuhan penggunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mencangkokkan berbagai teknologi menjadi satu kesatuan dilakukan tanpa henti. Pada awalnya, personal digital assistant (PDA) yang ditambahkan fungsi ponsel dijadikan sebagai perangkat cerdas untuk melakukan berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya adalah menambahkan fungsi untuk mengetahui posisi lokasi dengan memanfaatkan teknologi satelit dengan fitur global positioning system (GPS). Penggunaan GPS pun menjadi populer karena sistem informasi tidak melulu terkait dengan berita dan akses data dalam berbagai bentuk mulai dari teks dan multimedia, tetapi juga adanya kebutuhan akan informasi tentang posisi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini, antara lain, yang mendorong pemanfaatan teknologi GPS, yang sebelumnya hanya digunakan untuk lingkungan militer, menjadi produk massal bagi konsumen awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi geografis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa perangkat yang sekarang memiliki teknologi GPS, seperti Dopod D810 (foto paling kanan) dan perangkat sejenis lainnya. Khusus untuk Indonesia, Dopod D810 dilengkapi dengan peta digital Nusamap yang secara akurat bisa memberikan berbagai informasi geografis serta informasi lain yang berkaitan dengan kecepatan kendaraan; juga bisa menjadi alat untuk mengukur, misalnya, konsumsi bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Nusamap dalam Dopod D810 juga mampu memberikan arah jalan saat kita memasuki kota-kota utama di Jawa dan Bali. Dibandingkan beberapa gadget lain dengan fitur GPS, D810 terbilang menyenangkan untuk digunakan. Interaksi dengan Nusmap pun berjalan tanpa kendala yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ketika fungsi GPS dan GSM digunakan secara bersamaan dan secara intensif, persoalan yang muncul jelas pada daya tahan baterai yang selama ini memang menjadi kendala utama berbagai perangkat teknologi. (rlp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nokia 6110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi peta digital ke dalam ponsel memegang peranan penting dalam memanfaatkan fungsi GPS. Nokia, produsen ponsel terbesar dunia, juga melihat fitur GPS sebagai hal yang bisa menarik minat konsumen untuk menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nokia sendiri sudah mulai memperkenalkan fitur GPS pada ponsel seri N95 atau Communicator terbaru E90. Namun, ada kendala yang menyebabkan fungsi GPS ini menjadi tidak nyaman digunakan, antara lain akses koneksi informasi posisi ke satelit yang memakan waktu terlalu lama dan membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi hal ini, Nokia memperkenalkan 6110 Navigator dengan chip GPS yang lebih baik dan dilengkapi tiga aplikasi peta digital, seperti Route 66, NavFone, dan SoloMap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat GPS yang semakin baik terintegrasi ke dalam ponsel Nokia 6110 serta aplikasi peta digital menjadikan produk terbaru Nokia ini sebagai gadget yang menyenangkan. Aplikasi peta digital yang menarik adalah NavFone yang termasuk lengkap untuk kota-kota seperti Jakarta, Bali, Bandung, dan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi SoloMap sendiri dalam percobaan Kompas masih menghadapi beberapa persoalan yang menyebabkan ponsel Nokia harus reboot walaupun aplikasi ini memiliki data peta digital berbagai wilayah di Jawa dan Bali yang terbilang lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi menarik adalah kalau Nusamap buatan Bandung bisa diintegrasikan ke dalam ponsel Nokia, pasti akan menjadi daya tarik tersendiri. Konvergensi GPS sendiri sebenarnya juga harus memberikan peluang kepada anak bangsa untuk bisa menghasilkan produk-produk canggih yang tidak kalah hebat dengan buatan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusamap, meski masih menghadapi beberapa kendala, sudah menjadi aplikasi GPS yang canggih dan setara dengan Tomtom, NavFone, Mapking, dan lainnya buatan luar negeri. Persoalannya, dengan menggunakan GPS, kita tidak perlu lagi meminta jasa tukang ojek untuk menjadi penunjuk arah. (KOMPAS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/59358626791423938-6930073085411899618?l=eghacihuy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eghacihuy.blogspot.com/feeds/6930073085411899618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=59358626791423938&amp;postID=6930073085411899618' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/6930073085411899618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/6930073085411899618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eghacihuy.blogspot.com/2008/12/konvergensi-teknologi-berkaitan-dengan.html' title='KONVERGENSI TEKNOLOGI BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN KOMUNIKASI..'/><author><name>erika_felga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06049609832712914876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_2Ff_13NiI6Y/SNCcA1Qp_oI/AAAAAAAAAAQ/ptbEsR_tBdo/S220/DSC00065.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-59358626791423938.post-932910184537181201</id><published>2008-10-31T05:25:00.000-07:00</published><updated>2009-01-10T01:31:31.995-08:00</updated><title type='text'>PERTEKOM ohh PERTEKOM..</title><content type='html'>BUDAYA DAN KONSEP TEKNOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yutiariani.blogspot.com/2005/01/teknologi-sebagai-produk-budaya.html - 25k -&lt;br /&gt;&lt;a href="http://yutiariani.blogspot.com/"&gt;Kehidupan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat manusia mencoba untuk menjadi manusia&lt;br /&gt;Tuesday, January 25, 2005&lt;br /&gt;&lt;a name="110664583083918839"&gt;&lt;/a&gt;Teknologi sebagai Produk Budaya&lt;br /&gt;Dalam bukuVisi Iptek Memasuki Milenium III karangan Zuhal ada sebuah sub-bab yang menceritakan iptek yang merakyat dan high touch. Isinya dimulai dengan sejarah perkembangan manusia yang masih bergantung pada alam sampai mulai dapat memanfaatkan alam untuk menunjang kebutuhan hidup. Dalam kerangka iptek yang merakyat, buku itu menyebutkan bahwa manusia harus secepatnya mewujudkan mapannya masyarakat berbasis pengetahuan, manusia yang melek iptek dan siap menggunakan kemudahan yang tersedia untuk keperluan perekonomiannya. Sisi lain, yang disorot adalah antisipasi akibat dan konsekuensi kehadiran high-tech. Oleh karena itu, Zuhal dalam bukunya menyatakan “Kita perlu melihat high-tech dari kacamata kemanusiaan dan memahami dampaknya terhadap kualitas hidup yang meliputi dan tidak terpisahkan dari evolusi budaya bangsa, kreativitas, imajinasi serta aspirasi masyarakat Indonesia. Bagi kita high tech bukan semata-semata artifak-kebendaan, objek material dan fisik saja, tetapi juga merupakan sesuatu yang menyatu dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan.” Kalau sains masih bisa diletakan dalam sebuah wilayah bebas-nilai(meski sampai saat ini masih banyak perdebatan mengenai sains yang bebas nilai), maka tak begitu halnya dengan teknologi. Bagaimana tidak, teknologi(techne=cara dan logos=pikiran) merupakan hasil dari proses berpikir manusia. Artinya teknologi merupakan hasil kebudayaan, yang dalam proses pembuatannya melibatkan ideologi, nilai-nilai dan pesan-pesan tertentu. Sms, misalnya, dalam budaya yang tingkat literernya cukup tinggi mampu menghemat biaya pulsa, namun ketika diterapkan dalam masyarakat tertentu malah dijadikan sarana baru untuk mengobrol. Hasilnya, sms malah menjadi sumber pemborosan baru. Salah satu kisah lain yang menarik adalah sebuah daerah yang penduduknya mayoritas bekerja sebagai TKW, dikisahkan bahwa rumah mereka bagus-bagus, didalamnya ada kulkas, televisi dll. Tapi kulkas tersebut tidak dimanfaatkan untuk menyimpan makanan yang cepat busuk melainkan sebagai tempat menyimpan baju. Dalam hal ini teknologi hanya menjadi sebuah alat baru untuk menentukan klas seseorang. Dalam kacamata materialisme, aspek materi menjadi dasar dari sebuah bangunan sedangkan aspek non-materi menjadi bangunan yang ada diatasnya. Artinya dasar bangunan secara mutlak akan mempengaruhi bangunan diatasnya, namun tidak berlaku sebaliknya. Pada kasus penerapan teknologi tinggi(high tech), masyarakat di desa akan menyesuaikan diri dengan keberadaan teknologi tersebut. Hal ini akan berbeda keadaannya jika teknologi tersebut merupakan hasil dari proses berpikir masyarakat tersebut. Teknologi yang dihasilkan akan sesuai dengan kebutuhan dan masyarakat tidak akan menganut ideologi asing yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di suatu daerah. Beberapa ciri manusia modern menurut Inkeles dan Smith dalam buku Teori Pembangunan Dunia Ketiga adalah memiliki keterbukaan terhadap pengalaman dan ide baru, berorientasi ke masa sekarang dan masa depan, punya kesanggupan merencanakan, percaya bahwa manusia bisa mengendalikan alam dan bukan sebaliknya dll. Hal ini terlihat dari teknologi-teknologi tinggi karya manusia modern yang pada umumnya memiliki sistem kontrol untuk menegaskan kekuasaan manusia. Adanya dikotomi manusia modern dan manusia tradisional--sebagai lawan dari manusia modern—juga berdampak dari gaya hidup kedua kelompok tersebut. Teknologi sebagai buah budaya manusia modern secara langsung memiliki sifat sama dengan manusia modern. Nilai-nilai yang berbeda inilah yang pada umumnya tidak disadari, sehingga ketika suatu teknologi diimport atau digunakan oleh manusia tradisional ada beberapa kemungkinan konflik. Pertama, teknologi tersebut ditolak, sebagaimana yang seringkali dialami oleh peneliti yang melakukan pengawasan langsung ke daerah-daerah. Selama masa pendampingan, teknologi tersebut dapat bekerja dengan baik. Namun ketika dilepas, mereka kembali pada cara-cara konvensional. Kemungkinan kedua, adalah masyarakat tradisional benar-benar bergantung pada teknologi tersebut dan menerima semua perubahan tersebut dengan kepercayaan mutlak. Akibatnya teknologi tersebut mencabut mereka dari akar budaya yang telah ada sebelumnya(cenderung terjadi di bidang consumer technologies). Oleh karena itu, ada satu hal yang tidak bisa dilupakan adalah tujuan dari pembuatan teknologi tersebut, apakah teknologi dibuat dengan spesifikasi khusus sesuai dengan kultur budaya masyarakat tertentu atau ia bersifat nir-ruang. Sebagai produk budaya, tentu teknologi tak dapat bersifat nir-ruang. Solusi yang paling mungkin adalah proses adaptasi, sehingga nilai-nilai yang dibawa oleh teknologi tersebut dapat disaring dan dimanfaatkan semaksimal mungkin pada daerah baru(daerah yang mengimpor teknologi tersebut). Penerapan teknologi terkait langsung dengan perkembangan industri dan juga militer. Artinya, kemajuan teknologi secara tidak langsung juga bisa dilihat dari kemajuan suatu negara. Hubungan ini bisa disederhanakan dengan membagi negara-negara di dunia menjadi dua kubu besar, yaitu negara maju dan negara terbelakang. Negara maju dengan pembagian kerja secara internasional(negara-negara industri dan negara-negara pertanian) berperan sebagai negara industri sedangkan negara terbelakang pada umumnya masuk dalam kelompok negara pertanian. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pembagian kerja ini mengarah pada berkurangnya pendapatan negara-negara pertanian sedangkan kebutuhan belanja barang-barang industri cenderung naik. Akibatnya, negara pertanian menjadi negara terbelakang dan negara-negera industri melesat menjadi negara maju. Ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan untuk menganalisis keadaan ini, salah satu diantaranya adalah pendekatan budaya. Sebagai pengembangan dari Etika Prostestan-nya Weber, McClelland mengajukan n-Ach(the need of Achievement). Konsep ini menyatakan bahwa keinginan, kebutuhan, atau dorongan untuk berprestasi tidak sekadar untuk meraih imbalan material yang besar. Hal ini terungkap dari studi historis pada pembangunan ekonomi di Spanyol pada abad ke-16. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi selalu didahului oleh karya-karya sastra yang mempunyai nilai n-ach yang tinggi. Kesimpulan Dari beberapa teori dan contoh kasus diatas, terlihat bahwa teknologi yang dalam kacamata materialisme akan mempengaruhi masyarakat yang menggunakan teknologi tersebut dapat juga sebaliknya. Dalam masyarakat modern, perkembangan industri yang berbanding lurus dengan teknologi dipengaruhi oleh tingkat kebudayaan. Semakin tinggi nilai n-Ach, maka perkembangan ekonomi di negara tersebut juga akan maju. Hal ini secara tidak langsung juga menjadi jawaban atas kemajuan yang dialami oleh negara-negara industri yang menjadi negara maju. Kehadiran alat-alat produksi yang serba cepat dan mekanistik menjadi katalis untuk mempercepat ritme hidup dan kemajuan. Akibatnya, ketika kultur masyarakat industri berubah dengan cepat menjadi masyarakat modern(dengan ciri-ciri yang telah disebutkan diatas). Masyarakat di negara-negara pertanian masih terbiasa dengan pola hidup yang mengandalkan alam, tidak peka terhadap perubahan dll. Ironisnya, ketika mereka sadar akan ketertinggalan ini, masyarakat negara-negara terbelakang langsung mengadopsi teknologi tinggi yang menyebabkan tingkat ketergantungan mereka terhadap negara maju semakin tinggi. Ditambah intervensi negara-negara maju yang kini memegang posisi penting dalam badan-badan dunia seperti PBB, WTO. Selanjutnya jika menggunakan cara pandang linier, negara terbelakang akan mengikuti sejarah negara maju(berubah menjadi negara industri) dan ketika negara terbelakang telah menjadi negara industri, negara yang disebut maju adalah negara yang menguasai teknologi tinggi. Hal ini berlangsung terus menerus seperti paradok Zeno(kisah dimana Zeno tidak berhasil mengejar kura-kura yang sudah lari terlebih dahulu karena setiap kali Zeno melangkah, kura-kura tersebut sudah melangkah maju lebih dahulu). Untuk mengatasi ketertinggalan tersebut, maka negara-negara terbelakang harus mampu menciptakan teknologi yang berasal dari akar rumput(grass-root), sehingga teknologi mampu memutus matarantai ketergantungan terhadap teknologi yang berasal dari negara maju, sekaligus menghindari terjadinya konflik internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRANSPORTASI INFORMASI MELALUI KABEL SERAT OPTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telekomui.org/?p=74 - 25k&lt;br /&gt;&lt;a href="http://telekomui.org/"&gt;telekomui&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;a title="Enlace permanente a: Kurir Informasi Berbekal Cahaya" href="http://telekomui.org/?p=74"&gt;Kurir Informasi Berbekal Cahaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;a title="Posts by nandi" href="http://telekomui.org/?author=14"&gt;nandi&lt;/a&gt; — &lt;a href="http://telekomui.org/?p=74#comments"&gt;5 Komentar »&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SERAT optik adalah sebagian kecil dari perjalanan sejarah penemuan manusia yang seolah tanpa batas. Ketika Thomas A. Edison menemukan lampu pijar, ia dikatakan telah berhasil “menangkap petir”. Kini manusia tak cuma berhasil menangkap, tapi mengendalikan cahaya. Ini hanya mungkin terlaksana dengan serat optik. Sebagai kunci lalu lintas informasi, tak salah bila dikatakan, inilah kunci kekuasaan masa depan.&lt;br /&gt;Sejak dahulu cahaya sudah digunakan orang untuk berkomunikasi, entah dengan obor, api unggun atau dengan pantulan cahaya matahari di cermin. Bahkan sampai sekarang pun komunikasi antara dua kapal di tengah lautan masih ada yang menggunakan bahasa isyarat Morse dengan lampu. Ketika informasi makin menjadi kekuatan, cahaya pun makin ambil peranan.&lt;br /&gt;Gagasan menyalurkan cahaya lewat gelas sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Berdasarkan pengamatan selama berabad-abad, para fisikawan Jerman mengawali eksperimen transmisi cahaya mealalui bahan gelas yang bernama serat optik sekira tahun 1930-an.&lt;br /&gt;Pada tahun 1958, giliran orang Inggris yang mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai, yaitu gelas inti dibungkus bahan gelas lain. Kemudian orang Jepang juga ikut mengukir prestasi. Pada awal tahun 1960-an, mereka berhasil membuat sejenis serat optik untuk mentransmisikan gambar, walaupun baru sejauh 1 m!&lt;br /&gt;Kemudian ada yang coba-coba mentransmisikan cahaya dengan rangkian lensa sebagai pemandu cahaya, lalu rangkaian cermin, kemudian gas, sebelum tiba pada sistem pemandu gelombang serat optik yang sekarang.&lt;br /&gt;Sementara itu, di jalur lain para ilmuwan juga mengembangkan cahaya yang bisa “dikendalikan” arahnya, seraya membuat pembangkit dan penerima cahaya (detektor). Para ilmuwan memikirkan pula pengiriman sinyal cahaya sebagai alternatif. Tapi bagaimana mungkin? Terlalu banyak yang hilang di jalan karena diserap atmosfer. Belum lagi pancaran cahaya itu bersifat menyebar, sehingga pengiriman sinyal cahaya ke tujuan tertentu menjadi sulit.&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1959, orang menemukan laser dan terjadilah terobosan besar. Gelombang yang sudah masuk dalam spektrum cahaya ini berfrekuensi sangat tinggi. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak, sekira 1014-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro, apalagi jika dibandingkan dengan frekuensi radio. Ia juga memungkinkan daerah frekuensi kerja yang luas.&lt;br /&gt;Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.&lt;br /&gt;Berkat laser&lt;br /&gt;Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup kita dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.&lt;br /&gt;Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.&lt;br /&gt;Tahun 80-an, bendera lomba industri serat optik benar-benar sudah berkibar. Nama-nama besar di dunia pengembangan serat optik bermunculan. Charles K. Kao diakui dunia sebagai salah seorang perintis utama. Dari Jepang muncul Yasuharu Suematsu. Raksasa-raksasa elektronik macam ITT atau STL jelas punya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset serat optik.&lt;br /&gt;Sebenarnya bagaimanakah konsep pentransmisian informasi itu? Secara sederhana sinyal informasi apa pun mengalami proses kira-kira seperti misalnya suara pembicaraan di telefon, diubah dulu menjadi sinyal listrik. Gelombang sinyal ini kemudian diolah agar bisa diboncengkan pada gelombang pembawa. Proses memboncengkannya dinamakan proses modulasi. Setelah itu gelombang sinyal baru ditransmisikan, atau dikirim. Maka “berangkatlah” gelombang pembawa alias kurir yang diboncengi gelombang sinyal tadi.&lt;br /&gt;Pada teknologi serat optik gelombang pembawanya berupa laser, sedangkan “jalan” bagi si gelombang pembawa ngebut sambil menggendong gelombang sinyal tadi adalah jaringan kabel serat optik. Di tempat tujuan, terjadi proses sebaliknya. Pertama-tama, proses demodulasi. Gelombang sinyal “diturunkan” dari boncengannya, dipisahkan dari gelombang pembawa, lalu dikembalikan lagi ke bentuk semula. Sinyal suara menjadi suara. Sinyal gambar menjadi gambar.&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, biasanya dipasang repeater. Di sini gelombang sinyal itu dibersihkan, dipulihkan mutunya supaya sama dengan mutu sinyal asli, lalu diberangkatkan lagi.&lt;br /&gt;Keunggulan paling utama tentu pada kapasitas. Dengan laser sebagai gelombang pembawa dan serat optik sebagai pemandunya, gelombang sinyal yang bisa dikirim bisa sampai ratusan ribu kali, dibandingkan dengan teknologi konvensional yang menggunakan gelombang berfrekuensi rendah melalui kawat tembaga (bisa kawat koaksial, bisa jenis kawat telepon yang ada di rumah).&lt;br /&gt;Bila dengan teknologi kawat tembaga tiap 1-2 km sudah harus dibangun repeater, sistem serat optik bisa bertahan tanpa repeater hingga jarak 100 -200 km. Dibandingkan dengan kawat tembaga, dimensi serat optik sangat mungil. Kalau kawat tembaga bisa berdiameter sampai 0,5 cm, serat optik lebih kecil dari rambut. Satu serat optik berdiameter 10 µ ( (1 µ = sepersejuta m). Jika dihitung berikut cladding (pelindung), paling-paling garis tengahnya 100-250 µm.&lt;br /&gt;Setiap serat optik terdiri atas 1 pair, yaitu satu jalur penerima dan jalur pengirim. Secara teoritis, serat optik sebesar kawat tembaga bisa memuat ratusan, bahkan ribuan kawat serat optik. Namun karena dari segi kapasitas sudah lebih dari cukup, yang diproduksi sampai sekarang cukup berisi puluhan pair saja.&lt;br /&gt;Menurut fisikawan Prof.Dr.Ir. Tjia May On, kalau kapasitas kawat koaksial dapat mencapai sekira 40 MegaHertz (106 Hz), maka kapasitas serat optik mencapai hitungan Giga Hertz (1012 Hz).&lt;br /&gt;Dengan berat jenis kecil, instalasi serat optik jauh lebih ringan dibandingkan dengan instalasi kawat tembaga. Itu sebabnya teknologi ini disambut industri transportasi, di mana bobot mempunyai nilai ekonomis tinggi. Instalasi perkabelan sebuah pesawat terbang atau kapal selam bisa mencapai berton-ton. Dengan sistem serat optik, pengiritan bobot mati sampai sebanyak itu senilai dengan jutaan dolar AS.&lt;br /&gt;Karena informasi digendong cahaya dan dipandu bahan yang bersifat isolator, komunikasi lewat sistem serat optik tidak mudah disadap. Ia kebal terhadap gangguan elektromagnetik. Kalau disandingkan dengan telefon berarti tak ada masalah crosstalk (pembicaraan ganda). Untuk kalangan bisnis, apalagi dunia militer dan keamanan, hal tersebut menjadi keunggulan utama.(Berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNOLOGI INTERNET DAN WEBSITE&lt;br /&gt;Cailmukomputer.com/category/internet-dan-web/ - 43k tegory 'Internet dan Web'&lt;br /&gt;&lt;a title="Permanent Link: Jangan Jadikan Google Hanya Sebagai Mesin Pencari" href="http://ilmukomputer.com/2008/10/17/jangan-jadikan-google-hanya-sebagai-mesin-pencari/"&gt;Jangan Jadikan Google Hanya Sebagai Mesin Pencari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;October 17th, 2008 / &lt;a title="View all posts in Komputer Dasar" href="http://ilmukomputer.com/category/komputer-dasar/"&gt;Komputer Dasar&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in Internet dan Web" href="http://ilmukomputer.com/category/internet-dan-web/"&gt;Internet dan Web&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in eLearning dan eEducation" href="http://ilmukomputer.com/category/elearning-dan-eeducation/"&gt;eLearning dan eEducation&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya, kalau kita terhubung ke internet, ga akan terlepas dari Google. Saat ini, kita sering menggunakan Google untuk mencari sebuah artikel dengan hanya mengetikkan sebuah kata atau kalimat. Padahal, kalau kita tahu cara yang efektif untuk mencari sesuatu, akan langsung menemukan apa yang kita cari.&lt;br /&gt;Google, dengan tampilan yang sederhana, ternyata memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Berikut ini beberapa kemampuan yang dimiliki oleh Google.&lt;br /&gt;Sebagai kalkulator.&lt;br /&gt;Mencari konstanta.&lt;br /&gt;Mengonversi satuan.&lt;br /&gt;Mengonversi mata uang.&lt;br /&gt;Mencari definisi.&lt;br /&gt;Mencari tipe file tertentu.&lt;br /&gt;Mencari kelompok kata.&lt;br /&gt;Menerjemahkan bahasa.&lt;br /&gt;Menjelajah bumi dan ruang angkasa.&lt;br /&gt;Mencari buku.&lt;br /&gt;Mencari artikel di blog.&lt;br /&gt;Hebat, bukan? Sudah saatnya kita mengoptimalkan google dengan baik. Jangan hanya dijadikan sebagai mesin pencari.&lt;br /&gt;DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):&lt;br /&gt;&lt;a title="darma-google.pdf" href="http://ilmukomputer.com/wp-content/uploads/2008/10/darma-google.pdf"&gt;darma-google.pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Permanent Link: Tata Cara Mengutip Karya Orang Lain" href="http://ilmukomputer.com/2008/10/13/tata-cara-mengutip-karya-orang-lain/"&gt;Tata Cara Mengutip Karya Orang Lain&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;October 13th, 2008 / &lt;a title="View all posts in Knowledge Management" href="http://ilmukomputer.com/category/knowledge-management/"&gt;Knowledge Management&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in Komputer Dasar" href="http://ilmukomputer.com/category/komputer-dasar/"&gt;Komputer Dasar&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in Internet dan Web" href="http://ilmukomputer.com/category/internet-dan-web/"&gt;Internet dan Web&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in Cyberlaw dan HAKI" href="http://ilmukomputer.com/category/cyberlaw-dan-haki/"&gt;Cyberlaw dan HAKI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam tata cara mengutip karya orang lain kita setidaknya harus memperhatikan aturan atau tata cara yang berlaku. Kutipan ini dapat berupa tulisan-tulisan buku, majalah,  surat kabar, gambar ataupun foto, E-Book dan sumber atau media lainnya.&lt;br /&gt;Sesuai dengan Pasal 14 UU No. 19 Tahun 2002 C.&lt;br /&gt;“Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta apabila pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, atau surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap”.&lt;br /&gt;Ini berarti jikalau Anda mengutip tulisan atau karya orang lain dengan …&lt;br /&gt;update E-Book versi 4.00.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/59358626791423938-932910184537181201?l=eghacihuy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eghacihuy.blogspot.com/feeds/932910184537181201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=59358626791423938&amp;postID=932910184537181201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/932910184537181201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/932910184537181201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eghacihuy.blogspot.com/2008/10/pertekom-ohh-pertekom.html' title='PERTEKOM ohh PERTEKOM..'/><author><name>erika_felga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06049609832712914876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_2Ff_13NiI6Y/SNCcA1Qp_oI/AAAAAAAAAAQ/ptbEsR_tBdo/S220/DSC00065.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-59358626791423938.post-1326085041043978830</id><published>2008-09-16T23:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T23:24:48.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalanjalan'/><title type='text'>jalanjalanDIkotaSERANG.hahah</title><content type='html'>tugaas keduuaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemaren kita.. &lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;JURNALISTIK VE&lt;/span&gt; yang paliing kereen ituu tuuh, aduuh sumpah anak2nya okeei banget d.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita jalaan jalan.&lt;br /&gt;jalan jalan yang sangat mengasyiikkan juga melelahkan,&lt;br /&gt;bagaimana tidak? membaca saja saya tidak bisaa.. (coretsatubaris.red)&lt;br /&gt;ditengah panasnya kota seraang.. dengan berkendaraan &lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;PELOR&lt;/span&gt; (nama angkot sewaan).&lt;br /&gt;mau kuliah. udah telat setengah jam. besok &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;si cantik&lt;/span&gt; lanjutiin lagii yaah.&lt;br /&gt;hahahaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/59358626791423938-1326085041043978830?l=eghacihuy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eghacihuy.blogspot.com/feeds/1326085041043978830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=59358626791423938&amp;postID=1326085041043978830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/1326085041043978830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/1326085041043978830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eghacihuy.blogspot.com/2008/09/jalanjalandikotaseranghahah.html' title='jalanjalanDIkotaSERANG.hahah'/><author><name>erika_felga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06049609832712914876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_2Ff_13NiI6Y/SNCcA1Qp_oI/AAAAAAAAAAQ/ptbEsR_tBdo/S220/DSC00065.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-59358626791423938.post-3645597341590941167</id><published>2008-09-15T19:40:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T20:12:50.414-07:00</updated><title type='text'>inilaah tugas pertamaaa</title><content type='html'>SEBERAPA PENTING KITA MEMPELAJARI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibawah ini wawancara singkat saya oleh salah satu desain grafis di majalah pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ericha farendhica  :  pentingg ga mempelajari perkembangan teknologi komunikasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adhy        : ya kalau tuk saat ini sih penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ericha farendhica : saat ini?, berarti saat2 yang lain ga penting donk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adhy        : karena kalau kita ngak mempelajari perkembangannya nanti kita bisa&lt;br /&gt;                                 tertinggal, ya maksudnya tuk saat ini perkembangan di bidang teknologikan&lt;br /&gt;                                 berkembang dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari wawancara singkat tadi, bisa dibilang kita mempelajari perkembangan teknologi hanya untuk mengikuti perkembangan jaman. biar ga dibilang "gaptek" kali yaa.. a.k.a gagap teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, sejauh mana sebenarnya kita harus mengikuti perkembangan teknologi? apakah sejauh kita tidak disebt gaptek oleh orang lain, atau sejauh perkembangan teknologi tersebut bermanfaat bagi kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada dua jawaban yang kemungkinan muncul.. (menurut saya..)&lt;br /&gt;pertama. jawaban formal. yaah , sejauh mana perkembangan teknologi tersebut bermanfaat bagi kita. bagaimana kita menggunakan perkembangan teknologi komunikasi tersebut untuk menunjang kehidupan kita. contohnya, di dunia cyber pun sekarang sudah menjadi ladang mata pencaharian. seperti web maker, para pengiklan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua. jawaban nonformal. yaah bar gaul ajah.&lt;br /&gt;kalau dilihat dari jawaban tersebut, kita menggunakan teknologi komunikasi hanya untuk mengikuti perkembangan jaman. walaupun kita tidak benar-benar mengerti apa manfaat jangka panjang teknologi tersebut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena saya sudah buntuu.. dan jam kuliah pun sudah memanggil.. adzan kaleee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk tambahan pengetahuan, saya berikan referensi artikel dibawah ini..&lt;br /&gt;&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://euismarlina.edublogs.org/2008/07/15/perkembangan-teknologi-komunikasi-bagian-1/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Perkembangan Teknologi Komunikasi (Bagian 1)"&gt;Perkembangan Teknologi Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;             &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan Teknologi Informasi sangat mempengaruhi Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK(Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini. Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media Internet. Teknologi Internet telah merubah cara orang berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-26"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Email, menurut saya merupakan kunci utama perubahan cara berkomunikasi. Dengan hanya mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti berbagai model komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu, diantaranya :&lt;br /&gt;1. Forum&lt;br /&gt;2. Milis/Group&lt;br /&gt;3. Situs jejaring sosial&lt;br /&gt;4. Blog&lt;br /&gt;5. Situs sharing file&lt;br /&gt;6. E-learning menggunakan teleconference&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Mari kita bahas satu persatu keenam model komunikasi di atas.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Forum&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Forum merupakan sebuah wadah diskusi online yang membahas tema atau topik tertentu. Beberapa situs portal atau website sebuah vendor produk, biasanya menyediakan fasilitas forum pada website mereka. Forum ini hanya dapat diikuti oleh pengunjung yang sudah terdaftar di web tersebut. Apabila belum terdaftar, pengunjung web forum, hanya dapat membaca hasil diskusi yang sudah ada, tapi mereka tidak dapat memberi komentar pada forum tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Form pendaftaran untuk menjadi member forum ini, biasanya mensyaratkan kita mengisikan alamat email, untuk verifikasi user dan password keanggotaan kita. Kode aktifasi biasanya dikirimkan via email.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Contoh web forum yang terkenal untuk para programmer Delphi di Indonesia adalah http://www.delphi-id.org. Di forum ini setiap member bisa membuat topik yang akan didiskusikan ataupun menjawab/memberi komentar atas topik orang lain. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Saya merasakan manfaatnya mengikuti forum ini. Terutama ketika kita mengalami kesulitan dalam kasus membuat program tertentu. Maka kita bisa menanyakannya melalui forum ini. Dengan kita memposting masalah kita di forum, pastinya akan banyak diantara member yang membaca dan memberikan solusi atas masalah kita. Pada forum Delphi ini, benar-benar postingan komentar/jawabannya diawasi oleh moderator, agar isinya tidak menyimpang dari tema forum ini yaitu pemrograman Delphi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Namun ada beberapa forum yang isinya kurang bermanfaat. Misalnya forum yang ada di web portal detik yang kadang-kadang mengangkat topik yang kurang mendidik. Misalnya kalau tidak salah ingat, saya pernah membaca salah satu topik di forum detik yaitu ”Bagaimana perasaan anda saat ciuman pertama ?”. Saya kira topik tersebut kurang bermanfaat. Oleh karena itu, karena banyaknya forum yang ada, maka kita harus benar-benar pandai memilih dan tahu betul apa tema dan tujuan utama dari forum tersebut. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/59358626791423938-3645597341590941167?l=eghacihuy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eghacihuy.blogspot.com/feeds/3645597341590941167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=59358626791423938&amp;postID=3645597341590941167' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/3645597341590941167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/59358626791423938/posts/default/3645597341590941167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eghacihuy.blogspot.com/2008/09/inilaah-tugas-pertamaaa.html' title='inilaah tugas pertamaaa'/><author><name>erika_felga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06049609832712914876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_2Ff_13NiI6Y/SNCcA1Qp_oI/AAAAAAAAAAQ/ptbEsR_tBdo/S220/DSC00065.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
